1. Gaya
Angkat Pada Pesawat
Hukum
Bernoulli digunakan untuk menentukan gaya angkat pada sayap dan badan pesawat
terbang sehingga diperoleh ukuran presisi yang sesuai. Pesawat terbang dirancang sedemikian
rupa sehingga hambatan udaranya sekecil mungkin. Pesawat pada saat terbang akan
menghadapi beberapa hambatan, diantaranya hambatan udara, hambatan karena berat
badan pesawat itu sendiri, dan hambatan pada saat menabrak awan. Setelah
dilakukan perhitungan dan rancangan yang akurat dan teliti, langkah
selanjutnya adalah pemilihan mesin penggerak pesawat yang mampu mengangkat dan
mendorong badan pesawat.
Pada
dasarnya, ada empat buah gaya yang bekerja pada sebuah pesawat terbang yang
sedang mengangkasa. Berat pesawat yang disebabkan oleh gaya gravitasi bumi. Gaya
angkat yang disebabkan oleh bentuk pesawat. Gaya ke depan yang disebabkan oleh
gesekan udara. Gaya hambatan yang disebabkan oleh gesekan udara Jika pesawat
hendak bergerak mendatar dengan suatu percepatan, maka gaya ke depan harus
lebih besar daripada gaya hambatan dan gaya angkat harus sama dengan berat
pesawat. Jika pesawat hendak menambah ketinggian yang tetap, maka resultan gaya
mendatar dan gaya vertical harus sama dengan nol. Ini berarti bahwa gaya ke
depan sama dengan gaya hambatan dan gaya angkat sama dengan berat pesawat.
Salah satu
faktor yang menyebabkan pesawat bisa terbang adalah adanya sayap. Bentuk sayap
pesawat melengkung dan bagian depannya lebih tebal daripada bagian belakangnya.
Bentuk sayap seperti ini dinamakan aerofoil. Ide ini ditiru dari sayap burung.
Bentuk sayap burung juga seperti itu (sayap burung melengkung dan bagian
depannya lebih tebal). Burung bisa terbang karena ia mengepakkan sayapnya,
sehingga ada aliran udara yang melewati kedua sisi sayap. Agar udara bisa
mengalir pada kedua sisi sayap pesawat, maka pesawat harus digerakkan maju.
Manusia menggunakan mesin untuk menggerakan pesawat
Bagian depan sayap dirancang
melengkung ke atas. Udara yang mengalir dari bawah berdesakan dengan yang ada di sebelah atas. Mirip seperti air
yang mengalir dari pipa yang penampangnya besar ke pipa yang penampangnya
sempit. Akibatnya, laju udara di sebelah atas sayap meningkat. Karena laju
udara meningkat, maka tekanan udara menjadi kecil. Sebaliknya, laju aliran
udara di sebelah bawah sayap lebih rendah, karena udara tidak berdesakan
(tekanan udaranya lebih besar). Adanya perbedaan tekanan ini, membuat sayap
pesawat didorong ke atas.
Dengan persamaan,
VA > VB berarti PA < PB
Karena tekanan di atas lebih kecil,
maka akan timbul gaya dorong dari bawah yang dapat mengangkat pesawat. Gaya
angkat memenuhi :
F = FB – FA
F = (PB – PA). A
Penyebab lain adalah momentum. Biasanya, sayap pesawat dimiringkan sedikit ke atas. Udara yang mengenai permukaan bawah sayap dibelokkan ke bawah. Karena pesawat punya dua sayap, yakni di bagian kiri dan kanan, maka udara yang dibelokkan ke bawah tadi saling bertabrakan. Perubahan momentum molekul udara yang bertumbukkan menghasilkan gaya angkat tambahan
2.
Mesin Karburator
Mesin karburator yang berfungsi untuk mengalirkan bahan bakar dan
mencampurnya dengan aliran udara yang masuk. Supaya mudah terbakar, bensin yang
sudah berbentuk uap atau gas harus dicampur dengan udara bersih. Udara
dilewatkan pada sebuah pipa venturi, yaitu pipa yang akan menyempit seperti
leher botol. Oleh karena adanya penyempitan, luas penampang pipa, laju aliaran
udara akan menjadi besar dan tekanan pada daerah venturi akan turun sehingga
bensin yang ada pada tempat penampungan akan tersedot keluar bercampur dengan
udara membentuk uap bensin.
Kemudian uap bensin akan
mengalir sampai pada tempat pembakaran yang merupakan sumber energi penggerak
dari motor. Jadi, prinsip kerja karburator adalah adanya perbedaan tekanan
antara ruang venturi dengan ruang penampungan uap bensin. Ini sesuai dengan
asas bernoulli.
3.
Pipa Tangki dan Bak
Penampungan
Hukum Bernoulli berlaku
pada aliran air melalui pipa dari tangki penampung menuju bak-bak penampung.
Biasanya digunakan di rumah-rumah pemukiman.
Hukum bernoulli
juga berlaku pada saat air di dalam tangki
mengalami kebocoran akibat adanya lubang di dinding tangki, seperti terlihat
pada gambar di bawah ini,
kelajuan air yang memancar keluar dari lubang tersebut dapat dihitung
berdasarkan Hukum Toricelli. Menurut Hukum Toricelli, jika diameter lubang
kebocoran pada dinding tangki sangat kecil dibandingkan diameter tangki,
kelajuan air yang keluar dari lubang sama dengan kelajuan yang diperoleh jika
air tersebut jatuh bebas dari ketinggian h.
4.
Lubang Tikus dalam Tanah
Tikus juga menerapkan prinsip bernoulli. Tikus tidak mau mati karena sesak napas karenanya
tikus membuat dua lubang pada ketinggian yang berbeda. Akibat perbedaan
ketinggian permukaan tanah, maka udara berdesakan dengan temannya (bagian
kanan). Mirip seperti air yang mengalir dari pipa yang penampangnya besar
menuju pipa yang penampangnya kecil. Karena berdesakan maka laju udara
meningkat (Tekanan udara menurun). Karena ada perbedaan tekanan udara, maka
udara dipaksa mengalir masuk melalui lubang tikus. Udara mengalir dari tempat
yang tekanan udara-nya tinggi ke tempat yang tekanan udaranya rendah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar